Italia Kalah Adu Penalti, Spanyol Lolos ke Final tantang Brazil




FORTAZELA –Spanyol akhirnya memastikan langkahnya ke babak final Piala Konfederasi 2013 setelah mengalahkan Italia melalui drama adu penalti ketat di Estadio Castelao, Fortaleza, Jumat (28/6/2013), dalam kedudukan 7-6.
Adu penalti digelar setelah kedua tim bermain sama kuat 0-0 hingga babak perpanjangan waktu. Dalam babak tos-tosan itu tujuh dari penendan La Furia Roja, julukan Spanyol, mampu menyarangkan golnya dengan mulus. Sementara, satu eksekutor Gli Azzuri, julukan Italia, Leonardo Bonucci, gagal menyarangkan gol setelah tendangannya melambung ke atas mistar gawang.
Berkat kemenangan ini, Spanyol melaju ke partai puncak untuk menantang tuan rumah, Brazil. Brazil melangkah ke final seusai mengalahkan Uruguay 2-1.
Sementara, kekalahan ini membuat Italia gagal memuluskan ambisi revansnya dari Spanyol. Kendati demikian, Italia bisa pulang dengan kepala tegak karena tak mengulang kesalahan seperti saat dibekuk Spanyol di final Euro 2012 dengan skor telak 4-0. Italia masih berpeluang membawa pulang gelar juara ketiga seandainya mampu mengalahkan Uruguay pada perebutan tempat ketiga.
Jalannya Pertandingan
Menghadapi Sapanyol, Italia sebenarnya tampil apik. Tampil tanpa dukungan striker andalannya, Mario Balotelli, Italia justru mampu mengimbangi permainan tiki-taka Spanyol melalui penampilan sabar dan sesekali serangan balik.
Namun, siapa sangka strategi Italia justru berjalan efektif. Spanyol yang menguasai permainan dibuat Italia sulit menciptakan peluang. Sebaliknya, skuat besutan Cesare Prandelli tercatat justru banyak menciptakan peluang.
Seperti yang diciptakan Gilardino di menit ke-14. Memanfaatkan umpan Antonio Candreva, striker Bologna itu nyaris menciptakan keunggulan seandainya bola sambarannya tak melebar ke sisi gawang Iker Casillas.
Selang dua menit, Italia kembali nyaris menjebol gawang Spanyol. Chrisrtian Maggio yang lolos dari jebakan offside kala menerima umpan terukur Andrea Pirlo hampir mengubah kedudukan. Sayang, tendangannya masih mampu diblok Casillas.
Pada menit ke-35, Italia kembali mendapat kesempatan. Kali ini dibangun melalui kerja sama yang apik, Gianccherini mampu melepas assist menyilang kepada Maggio. Sayang, lagi-lagi upaya Maggio melalui tandukan mampu ditangkis Casillas.
Semenit berselang, Spanyol mendapat peluang emasnya. Torres yang mampu merangsek ke kotak penalti Italia mampu melepaskan shooting. Namun, tembakan Torres masih melebar dari sisi kiri gawang Gianluigi Buffon.
Menjelang bubaran, tepatnya menit ke-42, Italia kembali mendapat peluang emas. Kali ini giliran Daniele De Rossi yang menebar ancaman. Namun, tendangan gelandang milik AS Roma ini masih terhalang Casillas, yang bermain cukup sibuk.
Hingga pertandingan babak pertama berakhir, baik Italia maupun Spanyol belum mampu memecah kebuntuan. Meski dalam penguasaan bola, Italia kalah 38% berbanding 62%, namun dari peluang Gli Azzuri jauh lebih unggul empat berbanding nol.
Memasukki babak kedua Italia melakukan perubahan. Andrea Barzagli yang menempati posisi belakang ditarik keluar diganti Riccardo Montolivo.
Sementara di kubu Spanyol, David Silva ditarik keluar dan digantikan Jesus Navas. Pelatih Vicente Del Bosque nampaknya ingin lebih mengoptimalkan peran lini sayapnya dengan memasukkan pemain yang baru saja dibeli Manchester City dari Sevilla itu.
Namun rotasi yang dilakukan Spanyol tak banyak memberi perubahan. Grendel canetaccio yang dijalankan Italia cukup ampuh membendung tiki-taka Spanyol.
Italia justru mampu mengendalikan permainan dengan banyak melakukan serangan, terutama dari sisi sayap kanan melalui Candreva dan Maggio. Namun, hingga memasukki menit ke-80, upaya Italia belum mampu berbuah hasil.
Sepuluh menit menjelang bubaran waktu normal, intensitas serangan kedua tim meningkat tajam. Buffon yang semula tak banyak melakukan penyelamatan mulai bekerja keras menyelamatkan gawangnya dari amukan La Roja.
Akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan wasit Howard Webb, tanda berakhirnya pertandingan, gol belum tercipta. Laga pun harus dilanjutkan babak ekstra time.
Tensi babak tambahan tak menurun. Spanyol yang dihuni para pemain lebih muda dibanding Italia tampil lebih menekan.
Meski demikian, Italia masih bisa memberi ancaman. Pada menit ke-93, sepakan Giaccherini nyaris menjebol gawang Casillas. Namun, upaya ini masih membentur mistar.
Hingga babak perpanjangan waktu berakhir, kedudukan 0-0 belum berubah. Alhasil, pertandingan pun harus diselesaikan lewat adu penalti.
Susunan Pemain
Spanyol
Iker CASILLAS (GK)(C); Gerard PIQUE, INIESTA, XAVI, Fernando TORRES (Javi Martinez 94’), PEDRO (Juan Mata 79’), SERGIO RAMOS, Sergio BUSQUETS, Alvaro ARBELOA, Jordi ALBA, DAVID SILVA (Jesus Navas 52’)
Italia
Gianluigi BUFFON (GK)(C); Christian MAGGIO, Giorgio CHIELLINI, Antonio CANDREVA, Claudio MARCHISIO (Aquilani 79’), Alberto GILARDINO (Sebastian Giovinco 91’), Andrea BARZAGLI (Montolivo 46’), Daniele DE ROSSI, Leonardo BONUCCI, Andrea PIRLO, Emanuele GIACCHERINI
Hasil Adu Penalti
Spanyol
Xavi Hernandez           Gol
Andres Iniesta Gol
Gerard Pique   Gol
Sergio Ramos   Gol
Juan Mata Gol
Sergio Busquet Gol
Italia
Antonio Candreva       Gol,
Alberto Aquilani           Gol,
Daniel De Rossi            Gol,
Sebastian Giovinco       Gol,
Andrea Pirlo     Gol ,
Riccardo Montolivo      Gol,
Leonardo Bonucci       Melambung

dian noordiana

PIALA KONFEDERASI 2013 : Masih Nihil Gol, Spanyol Italia Berlanjut Ekstra Time

Striker Spanyol, Fernando Torres (tengah), mendapat pengawalan ketat dari pemain Italia, Riccardo Montolivo (kanan) dan Alberto Aquilani (kiri) dalam laga semifinal Piala Konfederasi 2013 di Fortaleza, Jumat (28/6/2013) dini hari WIB. JIBI/SOLOPOS/Reuters
FORTAZELA –Semifinal Piala Konfederasi 2013 yang mempertemukan dua wakil Benua Biru, Spanyol dan Italia berlangsung sangat ketat,. Hingga berakhirnya babak kedua, baik Spanyol maupun Italia belum mampu menciptakan gol. Alhasil, duel yang dianggap sebagai ulangan final Euro 2012 itu pun berlanjut ke babak tambahan atau ekstra time.
Bermain di Estadio Castelao, Fortaleza, Jumat (28/6/2013) dini hari WIB, baik Spanyol maupun Italia sama-sama mencoba melupakan perseteruan masa lalunya. Kali terakhir keduanya bertemu di laga kompetirif adalah saat Spanyol menaklukkan Italia dengan skor 4-0 pada final Piala Eropa 2012.
Spanyol tampil dengan menurunkan skuat terbaiknya, mengusung formas 4-3-3. Fernando Torres diandalkan di lini depan dengan dukungan David Silva dan Pedro di sisi sayap.
Di sisi lain, Italia tampil dengan formasi 3-4-3 yang bisa berubah menjadi 3-5-2 maupun 4-5-1. Alberto Gilardino tampil sebagai starter seiring absennya Mario Balotelli.
Sesaat setelah peluit kick off dibunyikan Spanyol langsung memegang kendali permainan. Dengan gaya permainan tiki-taka, Spanyol langsung memainkan tempo.
Sementara, Italia justru lebih banyak menunggu. Belajar dari pengalaman masa lalu, La Nazionale, julukan Italia, tampil lebih sabar dan hanya sesekali mengandalkan serangan balik.
Namun, siapa sangka strategi Italia justru berjalan efektif. Spanyol yang menguasai permainan dibuat Italia sulit menciptakan peluang. Sebaliknya, skuat besutan Cesare Prandelli tercatat justru banyak menciptakan peluang.
Seperti yang diciptakan Gilardino di menit ke-14. Memanfaatkan umpan Antonio Candreva, striker Bologna itu nyaris menciptakan keunggulan seandainya bola sambarannya tak melebar ke sisi gawang Iker Casillas.
Selang dua menit, Italia kembali nyaris menjebol gawang Spanyol. Chrisrtian Maggio yang lolos dari jebakan offside kala menerima umpan terukur Andrea Pirlo hampir mengubah kedudukan. Sayang, tendangannya masih mampu diblok Casillas.
Pada menit ke-35, Italia kembali mendapat kesempatan. Kali ini dibangun melalui kerja sama yang apik, Gianccherini mampu melepas assist menyilang kepada Maggio. Sayang, lagi-lagi upaya Maggio melalui tandukan mampu ditangkis Casillas.
Semenit berselang, Spanyol mendapat peluang emasnya. Torres yang mampu merangsek ke kotak penalti Italia mampu melepaskan shooting. Namun, tembakan Torres masih melebar dari sisi kiri gawang Gianluigi Buffon.
Menjelang bubaran, tepatnya menit ke-42, Italia kembali mendapat peluang emas. Kali ini giliran Daniele De Rossi yang menebar ancaman. Namun, tendangan gelandang milik AS Roma ini masih terhalang Casillas, yang bermain cukup sibuk.
Hingga pertandingan babak pertama berakhir, baik Italia maupun Spanyol belum mampu memecah kebuntuan. Meski dalam penguasaan bola, Italia kalah 38% berbanding 62%, namun dari peluang Gli Azzuri jauh lebih unggul empat berbanding nol.
Memasukki babak kedua Italia melakukan perubahan. Andrea Barzagli yang menempati posisi belakang ditarik keluar diganti Riccardo Montolivo.
Sementara di kubu Spanyol, David Silva ditarik keluar dan digantikan Jesus Navas. Pelatih Vicente Del Bosque nampaknya ingin lebih mengoptimalkan peran lini sayapnya dengan memasukkan pemain yang baru saja dibeli Manchester City dari Sevilla itu.
Namun rotasi yang dilakukan Spanyol tak banyak memberi perubahan. Grendel canetaccio yang dijalankan Italia cukup ampuh membendung tiki-taka Spanyol.
Italia justru mampu mengendalikan permainan dengan banyak melakukan serangan, terutama dari sisi sayap kanan melalui Candreva dan Maggio. Namun, hingga memasukki menit ke-80, upaya Italia belum mampu berbuah hasil.
Sepuluh menit menjelang bubaran waktu normal, intensitas serangan kedua tim meningkat tajam. Buffon yang semula tak banyak melakukan penyelamatan mulai bekerja keras menyelamatkan gawangnya dari amukan La Roja.
Akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan wasit Howard Webb, tanda berakhirnya pertandingan, gol belum tercipta. Laga pun harus dilanjutkan babak ekstra time.
Susunan Pemain
Spanyol
Iker CASILLAS (GK)(C); Gerard PIQUE, INIESTA, XAVI, Fernando TORRES, PEDRO (Juan Mata 79’), SERGIO RAMOS, Sergio BUSQUETS, Alvaro ARBELOA, Jordi ALBA, DAVID SILVA (Jesus Navas 52’)
Italia
Gianluigi BUFFON (GK)(C); Christian MAGGIO, Giorgio CHIELLINI, Antonio CANDREVA, Claudio MARCHISIO (Aquilani 79’), Alberto GILARDINO, Andrea BARZAGLI (Montolivo 46’), Daniele DE ROSSI, Leonardo BONUCCI, Andrea PIRLO, Emanuele GIACCHERINI/
(
dian noordiana)

Doa-Doa Dikala Hujan


بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
.
Segala puji bagi Allah SWT kerana telah menganugerahkan kita segala macam nikmat, salah satunya dengan kurniaan menurunkan hujan melalui gumpulan awan. Allah SWT berfirman:

 أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ﴿٦٨﴾ أَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنزِلُونَ﴿٦٩

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?” (QS. Al Waqi’ah [56]: 68-69)
.
Begitu juga firman Allah Ta’ala:

وَأَنزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا ﴿١٤

“Dan Kami turunkan dari awan air yang mencurah-curah.” (QS. An-Naba ‘[78]: 14)
.
Allah SWT juga berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّـهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَن مَّن يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ ﴿٤٣

“Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya.” (QS. An Nur [24]: 43) iaitu dari celah-celah awan. (Majmu ‘Fatawa Ibnu Taimiyyah, 24/262, Maktabah Syamilah)
.
Merupakan tanda kekuasaan Allah SWT, berdikari-Nya dalam menguasai dan mengatur alam semesta, Allah SWT menurunkan hujan pada tanah yang tandus yang tidak tumbuh tanaman sehingga pada tanah tersebut tumbuhlah tanaman yang indah untuk dipandang. Allah SWT telah mengatakan yang demikian dalam firman-Nya:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۚ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ﴿٣٩

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahawa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, nescaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41]: 39)
.
Itulah hujan, yang Allah SWT turunkan untuk menghidupkan tanah yang mati. Sebagaimana dapat dilihat pada kawasan yang kering kontang dan jarang sekali dijumpai air seperti di gurun, tatkala hujan turun, datanglah keberkatan dengan mekarnya kembali berbagai tanaman, tumbuhan kembali hidup setelah sebelumnya kering tanpa daun. Sungguh ini adalah suatu kenikmatan yang amat besar.
.
Sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas nikmat hujan yang telah diberikan ini, sebaiknya kita mengambil ikhtibar daripada musim hujan ini.
.
.

Adab Ketika Hujan

.

Waktu Terkabulnya Doa

.
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni, 4/342 mengatakan, “Dianjurkan untuk berdoa ketika turunnya hujan.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang solat dilaksanakan, dan [3] Sewaktu hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafie dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma ‘rifah dari Makhul secara mursal. Disahihkan oleh Syaikh Al Albani, lihat hadis no. 1026 pada Shohihul Jami’)
.
Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Saad, beliau berkata bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ لا تُرَدَّانِ، أَوْ قَالَ: مَا تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ، حِينَ يَلْتَحِمَ بَعْضُهُ بَعْضًا وَفِي رِوَايَة : ” وَتَحْتَ المَطَر ”
“Dua orang yang tidak ditolak doanya adalah: [1] ketika azan dan [2] ketika rapatnya barisan pada waktu perang.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Dan ketika hujan turun.”(HR. Abu Daud dan Ad Darimi, namun ad Darimi tidak menyebut, “Dan ketika hujan turun.”Dikatakan sahih oleh Syaikh Al Albani. Misykatul Mashobih)
.
.

Mensyukuri Nikmat Turunnya Hujan

.
Apabila Allah SWT memberi nikmat dengan diturunkannya hujan, dianjurkan bagi seorang muslim untuk membaca doa berikut;
.
.
Itulah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat hujan turun. Hal ini berdasarkan hadis dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam tatkala melihat hujan turun, Baginda shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’. (HR. Bukhari, Ahmad, dan An Nasai).
.
Yang dimaksud ‘shoyyiban’ adalah hujan. (Al Jami ‘Liahkamish Sholah, 3/113, Maktabah Syamilah dan Zaadul Ma’ad, I/439, Maktabah Syamilah)
.
.

Mengambil Berkah dari Air Hujan

.
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kehujanan. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga disirami hujan. Kemudian kami mengatakan, “Ya Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى
“Kerana dia baru sahaja Allah ciptakan.” (HR. Muslim no. 2120)
.
An Nawawi dalam Syarh Muslim, 6/195, makna hadis ini adalah bahawasanya hujan itu rahmat iaitu rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah SWT, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertabaruk (mengambil berkat) dari hujan tersebut. Kemudian An Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat dalil bagi ulama syafi’iyyah tentang dianjurkannya menyingkap sebahagian badan (selain aurat) pada awal turunnya hujan, agar disirami air hujan tersebut. Dan mereka juga berdalil bahawa seseorang yang tidak memiliki keutamaan, apabila melihat orang yang lebih mulia melakukan sesuatu yang dia tidak ketahui, hendaknya dia menanyakan untuk diajar lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya pada yang lain.” (Syarh Nawawi ‘ala Muslim, 6/195 , Maktabah Syamilah)
.
.

Dianjurkan Berwudhu dari Air Hujan

.
Dianjurkan untuk berwudhu dari air hujan apabila airnya mengalir deras. (Al Mughni, 4/343, Maktabah Syamilah).
Dari Yazid bin Al Hadi, “Apabila air yang deras mengalir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
اُخْرُجُوا بِنَا إلَى هَذَا الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ طَهُورًا ، فَنَتَطَهَّرَمِنْهُ وَنَحْمَدَ اللّهَ عَلَيْهِ
“Keluarlah kamu bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci.” Kemudian kami bersuci dengan air tersebut dan memuji Allah atas nikmat ini.” (Zaadul Ma’ad, I/439, Maktabah Syamilah)
.
Namun, hadis di atas munqothi (terputus sanadnya) sebagaimana dikatakan oleh Al-Baihaqi (Irwa’ul Gholil). Hadits yang serupa adalah,
كَانَ يَقُوْلُ إِذَا سَالَ الوَادِي ” أُخْرُجُوْا بِنَا إِلَى هَذَا الَّذِي جَعَلَهُ اللهُ طَهُوْرًا فَنَتَطَهَّرُ بِهِ ”
“Apabila air mengalir di lembah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,“Keluarlah kamu bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci.” Kemudian kami bersuci dengannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, Al Baihaqi, dan Ahmad. Irwa’ul Gholil)
.
.

Doa Setelah Turunnya Hujan

.
.
Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Solat Subuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya. Sewaktu hendak pergi, Baginda menghadap jemaah solat, lalu mengatakan, “Apakah kamu tahu apa yang dikatakan Tuhan kamu?” Kemudian mereka mengatakan, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”
.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ »
“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan kerana kurnia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan kerana sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Muslim no. 240)
.
Dari hadis ini terdapat dalil untuk mengucapkan ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ setelah turun hujan sebagai tanda syukur atas nikmat hujan yang diberikan.
.
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Tidak boleh bagi seseorang menyandarkan turunnya hujan kerana sebab bintang-bintang. Hal ini boleh termasuk kufur akbar yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam, jika meyakini bahawa bintang tersebut adalah yang menciptakan hujan. Namun kalau menganggap bintang tersebut hanya sebagai sebab, maka seperti ini termasuk kufur ashgor (kufur yang tidak menyebabkan seseorang keluar dari Islam). Ingatlah bahawa bintang tidak memberikan pengaruh terjadinya hujan. Bintang hanya sekadar waktu semata-mata.” (Kutub wa Rosa’il Lil ‘Utsaimin, 170/20, Maktabah Syamilah)
.
.

Tatkala Turunnya Hujan Lebat

.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian apabila hujan turun begitu lebatnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merosakkan kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-ganang, bukit-bukau, tasik lembah dan tempat tumbuhnya pokok-pokok.” (HR. Bukhari no. 1013 dan 1014).
.
Oleh kerana itu, ketika turun hujan lebat sehingga ditakutkan membahayakan manusia, dianjurkan untuk berdoa;
.
.
.

Janganlah Mencela Hujan

.
Sungguh sangat disayangkan sekali, setiap orang sudah mengetahui bahawa hujan merupakan kenikmatan dari Allah SWT. Namun, ketika hujan dirasa mengganggu aktiviti, timbullah kata-kata celaan dari seorang muslim seperti ‘Aduh!! hujan lagi, hujan lagi ‘.
.
Sungguh, kata-kata seperti ini tidak ada manfaatnya sama sekali dan tentu saja akan masuk dalam catatan amal yang buruk kerana Allah berfirman:

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨﴾

 “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50]: 18)
.
Bahkan kata-kata seperti ini boleh termasuk kesyirikan sebagaimana seseorang mencela makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa seperti masa (waktu). Hal ini dapat dilihat pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang menetapkan malam dan siang menjadi silih berganti.’ (HR. Bukhari dan Muslim). .
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Janganlah kamu mencaci maki angin.” (HR. Tirmidzi, beliau mengatakan hasan shohih)
.
Dari dalil di atas terlihat bahawa mencaci maki masa (waktu), angin dan makhluk lain yang tidak dapat berbuat apa-apa, termasuk juga hujan adalah dilarang. Larangan ini boleh termasuk syirik akbar (syirik yang mengeluarkan seseorang dari Islam) jika diyakini makhluk tersebut sebagai pelaku dari sesuatu yang buruk yang terjadi. Meyakini demikian bererti meyakini bahawa makhluk tersebut yang menjadikan baik dan buruk dan ini sama sahaja dengan menyatakan ada pencipta selain Allah SWT. Namun, jika diyakini yang mentakdirkan adalah Allah SWT sedangkan makhluk-makhluk tersebut bukan pelaku dan hanya sebagai sebab saja, maka seperti ini hukumnya haram, tidak sampai tahap syirik. Dan apabila yang dimaksudkan cuma sekadar pemberitaan, seperti mengatakan, “Hari ini hujan lebat, sehingga kita tidak boleh berangkat ke masjid untuk solat”, tanpa ada tujuan mencela sama sekali maka seperti ini tidaklah mengapa. (Mutiara Faedah Kitab Tauhid, 227-231)
.
Semoga Allah SWT menjaga dan melindungi kita dari sikap banyak mengeluh dan mencela. Mudah-mudahan kita sentiasa banyak bersyukur kepada-Nya atas kurniaan nikmat hujan ini dan memberi keinsafan serta kesempatan menggali ilmu yang bermanfaat darinya.
.
.
والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab
 (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)
.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه
.
Edit & Posted by; shafiqolbu


dian noordiana